Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Januari 2018

Reviu Presentasi Tantangan Hari ke 10

Reviu Presentasi Tantangan Hari ke 10

Presentasi dibawakan oleh kelompok :
1. Nur Azizah
2. Ririn Marini
3. Atikah
4. Nuraini Ayu Pangestu
5. Syerra Saindari

*BAGAIMANA MENUMBUHKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK PADA ORANG TUA TUNGGAL?*

πŸ€ Pengertian Fitrah Seksualitas
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.

πŸ€ Tahapan fitrah seksualitas:
πŸ„ 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui.
πŸ„ 3– 6 tahun, anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional.
πŸ„ 7 – 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah dan anak perempuan didekatkan ke ibunya.
πŸ„ 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah.
πŸ„ > 15 tahun, anak sudah aqil baligh yang merupakan tahap penyempurnaan fitrah seksualitas.

πŸ€ Peran Oraang tua:
1⃣ Peran ayah sebagai berikut:
- Penanggung jawab pendidikan.
- Man of vision and mission
- Pembangun system berpikir
- Supplier maskulinitas
- Penegak professional
- Konsultan pendidikan
- The power of tega
2⃣ Peran ibu sebagai berikut:
- Pelaksana harian pendidikan
- Person of love and sincerity
- Sang harmonis dan sinergi
- Pemilik moralitas dan nurani
- Supplier feminilitas
- Pembangun hati dan rasa
- Berbasis pengorbanan
- Sang “pembasuh luka”.

πŸ€ Tantangan yang di hadapi sebagai berikut:
1. Long Distance Relationship (LDR).
2. Perceraian.
3. Meninggal dunia.

πŸ€ Masalah utama anak melalui perceraian orang tua:
– 63% anak mengalami masalah psikologis seperti gelisah, sedih, suasana hati mudah berubah, fobia dan depresi.
– 56% kemampuan akademisnya rendah atau menurun dibandingkan dengan yang pernah mereka capai pada masa sebelumnya.
– 43% melakukan agresi terhadap orangtua.
(Kalter dan Rembar dari Children’s Psychiatric Hospital, University Of Michigan, AS).
Ketiadaan sosok ayah memiliki dampak yang luar biasa negative terhadap perasaan anak. Anak mengalami kesulitan dalam melakukan penyesuaian di sekolah, penyesuaian social dan penyesuaian pribadi.
(Journal of Divorce dari Harvard University, AS, Ibu Rebecca L Drill, PhD).
Maka dari itu lah bagaimana orang tua tunggal menghadapi masalah tersebut.

πŸ€ Pentingnya ilmu
πŸŽ—Kewajiban orang tua ialah membekali diri dengan ilmu yang dibutuhkan untuk menjalankan perannya.
πŸŽ—Orang tua yang berilmu akan menuntun anak-anaknya untuk menghadapi masalahnya dengan ilmu pula.
πŸŽ—Dengan ilmu yang cukup akan membantu kita sebagai orang tua mengasuh anak-anak hingga dewasa meskipun dalam keadaan sendiri atau single parent.

πŸ€ Kemudian yang bisa dilakukan bagi orang tua tunggal di antaranya :
🌹Bagi single mom

🌱 Carilah figur laki-laki dewasa untuk anak kita dan dekatkan anak-anak kita pada sosok tersebut. Begitupun sebaliknya.
🌱 Ibu atau ayah bisa menjadi role model bagi maskulinitas dan feminitas yang bisa ditiru oleh anak-anak kita.
🌱 Adanya rasa pengakuan dan penerimaan bahwa kehidupan kita dan anak-anak tidak ideal.
🌱 KPK (Kehangatan, Perhatian, dan Komunikasi).
Ikatan antara sang ibu dan buah hati terjalin sejak dalam masa kandungan hingga anak-anak bertumbuh kembang, dengan berbekal ilmu, akan membangun tiga hal yang sangat penting untuk pendidikan anaknya yaitu emotional quotient (eq), spiritual quotient (sq) dan intelligence quotient (iq).
🌱 Fitrah.
Setiap anak dilahirkan adalah fitrah atau suci. Pastikan sikap yang orang tua lakukan dan yang anak-anak tiru adalah perilaku yang baik.
🌱 Orang Tua, Idola Anak.
Kekosongan salah satu sosok orang tua dalam keluarga, mesti diisi atau dilengkapi oleh yang lainnya. Bukan bermaksud menggantikan, tetapi mengkomunikasikan tentang pribadi ayah atau ibu agar terbentuk karakter orang tua di benak anak sebagai idola mereka.
🌱 Kebutuhan Batin Anak.
Perhatian dan komunikasi di jaman sekarang, tidak terbatas pada jarak.
🌱 Stay Hungry
Kehangatan, Perhatian, dan Komunikasi dari orang tua kepada anak mestilah dilakukan dengan penuh keikhlasan dari hati.
🌱 Jangan Berharap Jadi Single Parent.
Pertikaian dalam rumah tangga mungkin adalah hal yang biasa terjadi. Namun, jangan sampai hal itu membuat perceraian dan akhirnya terbentuklah pola pengasuhan dengan single parent.

Pembahasan pada orang tua tunggal menurut ust. Budi Ashari
1⃣ Dalam kehidupan anak, 60% kehidupan anak diberikan otoritas pd ortu, sisalnya pd lingkungan (sekolah, lingkungan main dll)
2⃣ Islam memberi otoritas 60% itu pd ortu #bersyukur
3⃣ Banyak ortu protes tentang perkembangan anaknya, karena otoritas 60% itu tdk diambil, tapi diserahkan semua ke lingkungan. Ortu punya otoritas tidak diambil dengan tanggungjawab.
4⃣ "Sekolah jangan cepet2, sekolah jangan lama2 " (Budi Ashari) #nicequote
5⃣ Dalam islam, seorang anak mulai bersekolah di usia 5 thn. 0-5 thn adalah otoritas ortu jangan dititip atau dimasukkan sekolah
6⃣ Anak adalah harta berharga, maka harus dipersiapkan perencanaan pendidikannya sebaik mungkin. Bagi tugas antara peran ayah dan ibu agar anak bisa terasuh di usia 0-5 thn.
7⃣ Zaman Rasul, usia baligh anak-anak adalah 15 tahun. Kemudian usia baligh anak-anak kembali lagi ke usia 15 thn, biidznillah insyaAllah. Karena dengan baligh di usia 15 tahun, para ortu punya banyak waktu untuk menyiapkan anak2nya menjadi mukallaf.
8⃣ Wanita yg berperan dalam tahapan 0-15 thn

Rasulullah:
*⃣ Bunda Aminah di usia 6 thn mengajak Muhammad saw ke makam ayahnya.
Hikmah : pentingnya nasab ayah diperkenalkan ke anak ketika anak hidup hanya dengan ibunya. Di madinah banyak kerabat Abdulllah dari sisi perempuan (klrg nenek). Nasab adalah sesuatu yg istimewa.
*⃣ Tsuwaibah sempat menyusui Nabi sebentar.
*⃣ Halimah
Halimah mengisi usia emas Nabi (0-5thn). Halimah adalah perempuan beriman. Jarak dusun halimah sekitar 100km, sang Nabi yang masih bayi merah dibawa jauh demi sebuah rencana besar. Aminah menyerahkan dengan keridhoan anaknya kepada Halimah, walau jauh, karena Mekkah tidak layak untuk pertumbuhan Muhammad kecil. Banyak hal di mekkah yang harus dihindari dia di usia emas Nabi.
Pesan : jika di usia emas seorang anak harus diasuh oleh org lain, pilihlah lingkungan terbaik utk mereka.
*⃣ Syaima (kakak sepersusuan).
Syaima sebagai kakak tertua adalah role model. Jadikan anak pertama role model, karena akan jadi teladan.
*⃣ Ummu Aiman (pembantu).
Ada konsep pembantu dalam islam, Rasul menyebut Ummu Aiman sebagai "dia ibuku setelah ibu".

Tersadarkan bahwa dalam islam, banyak pihak yg mendidik anak, termasuk pembantu. Ummu Aiman tampil sebagai pembantu luar biasa, sehingga Nabi dengan bangga menyebutkan bahwa Ummu Aiman adalah ibuku setelah ibu.
Padahal image "anak pembantu" adalah buruk, tapi Nabi dengan bangga menyebut Ummu Aiman sebagai ibunya, karena istimewanya kualitas "peran pembantu" Ummu Aiman.

Kemudian Nabi pun menyatakan ketika Ummu Aiman harus menikah lagi, "yang mau menikah dengan wanita ahli surga nikahilah Ummu Aiman".
*⃣ Fatimah bin Asad
Khodimat ideal, sebagai ibu dan ahli surga, wanita beriman. Kata Nabi : ummi ba'dal ummi. Di usia 8-15 tahun didikan Nabi ada di bawah Fatimah binti Asad. Nabi tersedu ketika memakamkan Fatimah binti asad.
9⃣ Pria yg berperan dalam pengasuhan Nabi yaitu:
✳ Suami Halimah
Menjadi pengganti ayah. Perlu tokoh pengganti ayah (sekalipun single parent dan tidak menikah lagi).
✳ Kakek Nabi "Abdul Mutholib".
Bukan sembarang kakek. Pemimpin di mekkah. Allah menitipkan pengasuhan 6-8 tahun kepada Abdul Muthollib. Dia mengajarkan kebesaran dan kepemimpinan pada Muhammad kecil.
# Leadership utk usia 6-8 thn.
Bagaimana mengajarkannya ? Abdul muthollib memiliki kursi kebesaran disamping Mekkah, tidak ada yang berani mendudukinya, bahkan anak-anaknya sekalipun.
Tapi ketika Muhammad kecil naik ke kursi tsb, dikatakan jika untuk anak yang ini biarkan, karena kelak dia akan jadi pemimpin besar.
# Seni menjadi nenek kakek mengajarkan leadership. Nabi saw calon orang besar, maka sejak kecil disiapkan sebagai orang besar.
✳ Abu Thalib, mengajarkan life skill berdagang ke Nabi saw kecil. Berdagang ke Syam di usia kecil. Perjalanan 2000km, perjalanan lama yang diisi dengan berinteraksi dengan para pedagang, "ngasah kuping" dengan cara mendengarkan obrolan para pedagang (harga, kualitas barang dll).
Referensi tulisan dan video:

Minggu, 13 November 2016

Kurikulum Sekolah Kehidupan (usia 4-5)

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini
Disusun oleh: Kiki Barkiah

Hal yang penting dipelajari di usia 4-5
       


1. Memberikan pendidikan agama dan moral
Pada usia ini anak telah mengetahui agama yang dianutnya, anak dapat meniru gerakan beribadah dengan urutan yang benar, anak mulai dapat mengucapkan doa sebelum dan/atau sesudah melakukan sesuatu, anak dapat mengenal perilaku baik/sopan dan buruk
Materi:
- Memberikan konsep agama melalui buku dengan bahasa sederhana atau dengan menyederhanakan bacaan
- Mengajak anak untuk melakukan ibadah shalat meski hanya sebatas gerakan dan belum memiliki kekonsistenan dalam melaksanakannya
- Mendekatkan anak dengan mesjid dengan sering mengajaknya shalat berjamaah atau menghadiri kegiatan majelis dzikir
- Memberikan kesan positif bagi anak tentang kegiatan beribadah
- Melatih anak untuk bersikap baik terhadap orang yang sedang beribadah
- Memperkenalkan berbagai kebaikan, perilaku baik dan kebiasaan baik secara langsung dalam kehidupan sehari-hari
- Memperkenalkan berbagai kebaikan, perilaku baik dan kebiasaan baik  melalui buku, permainan pura-pura atau cerita
- Memberikan pengertian tentang perilaku buruk, salah, atau tidak sopan saat mengalami peristiwa yang berkaitan dengan hal tersebut atau dengan menggunakan kisah dari buku
- Mencontohkan doa-doa singkat dan meminta anak menghafal secara bertahap
- Memberikan keteladanan dalam bersikap
- Memperdengarkan surat pendek secara berulang dan meminta anak menghafalnya secara bertahap
- Mengajak anak terlibat dalam kegiatan beribadah tanpa paksaan
- Mengajarkan sikap kasih sayang terhadap makhluk Allah (hewan, tumbuhan manusia)
- Memperkenalkan kisah nabi melalui buku cerita singkat atau menceritakan kembali dengan bahasa sederhana dengan bantuan ilustrasi buku
- Memperkenalkan kisah nabi melalui film kartun
- Memperkenalkan cuplikan kisah keteladanan dari sirah Rasulullah SAW dan sahabat melalui buku cerita singkat atau menceritakan kembali dengan bahasa sederhana dengan bantuan ilustrasi buku

Adapun penekanan konsep agama yang disampaikan di usia ini baik melalui kisah nabi, Rasulullah saw, para sahabat maupun kisah fiktif yang menceritakan pengalaman sehari-hari diharapkan dapat membangun pemahaman anak sbb:
a. Allah sebagai pencipta
b. Allah sebagai pemberi rezeki
c. Allah sebagai pemilik segala sesuatu di alam jagat raya
d. Allah sebagai pembuat hukum atau aturan
e. Allah sebagai pemerintah
f. Allah sebagai satu-satunya zat yang di sembah

2. Melatih perkembangan sosial dan emosi
Pada usia ini biasanya anak memiliki sikap mandiri dalam memilih kegiatan. Pada usia ini diharapkan anak telah bersedia berbagi dan bergiliran dengan temannya.
Materi:
- Melatih anak untuk dapat berbagi perhatian orangtua dengan tamu
- Meltih anak memiliki rasa percaya diri
- Melatih anak memahami peraturan dan disiplin dalam mengikuti aturan
- Melatih anak memiliki sikap gigih (tidak mudah menyerah)
- Melatih anak untuk menghargai hasil karya sendiri
- Memberikan apresiasi positif terhadap karyanya
- Melatih anak untuk dapat menjaga diri sendiri dari lingkungannya
- Melatih anak untuk menghargai keunggulan orang lain
- Mengembangkan sikap Mau gemar menolong orang lain, dan bersedia bekerjasama
- Mengembangkan sikap positif saat berpartisipasi dalam permainan kompetitif
- Mendorong anak unutk menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan
- Mengembangkan sikap menghargai orang lain dan menunjukkan rasa empati

3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi     `
Pada usia ini anak  berkomunikasi dengan mudah, ia menggunakan kalimat yang detail dengan 4 atau lebih kata. Anak dapat duduk tenang lebih lama terutama untuk mendengar cerita. Pada usia ini anak juga semakin kritis dalam bertanya. Anak mengembangkan kesadaran terhadap jenis kelamin sehigga sangat ingin tahu mengenai konsep jenis kelamin . Anak mulai dapat menyampaikan pemikirannya dengan menggabungkan beberapa pengalaman. Di usia ini anak juga telah mampu membedakan antara fantasi dan kenyataan.
Materi:
- Membangun suasana yang nyaman bagi anak untuk bertanya dan menggali informasi
 - Membangun kebiasaan rutin membacakan buku dan mendiskusikan isi bacaan
- Sering meminta anak menceritakaan pengalaman atau kesan yang didapat dari sebuah pengalaman
- Mendiskusikan cerita yang didengar atau dilihat di TV
- Mengembangkan sikap sopan santun dalam menyimak perkataan orang lain
- Melatih anak memahami dua perintah yang diberikan bersamaan
- Menguji pemahan anak terhadap cerita yang dibacakan
- Mengenalkan perbendaharaan kata mengenai kata sifat baik positif maupun negatif
- Meminta anak  mengulang kalimat sederhana
- Melatih anak menggunakan kalimat yang benar saat bertanya
- Melatih anak menjawab pertanyaan sesuai konteks pertanyaan
- Melatih anak mengungkapkan berbagai perasaan yang dialaminya
- Melatih anak mengutarakan pendapat kepada orang lain
- Melatih anak menyatakan alasan terhadap sesuatu yang diinginkan atau alasan ketidaksetujuan
- Meltih anak untuk menceritakan kembali cerita/dongeng yang pernah didengar
- Memperkaya perbendaharaan kata anak melalui buku yang membahas berbagai tema
- Mendorong anak untuk berpartisipasi dalam percakapan
                             

4. Melatih kemandirian, tanggung jawab dan pemecahan masalah
Pada usia ini anak dapat mengkreasikan sesuatu sesuai dengan idenya sendiri yang terkait dengan berbagai pemecahan masalah. Anak mulai bertanggung jawab dalam menggosok gigi dan menggunakan dental floss seiring meningkatnya koordinasi. Anak mulai menggunakan mata untuk mencari sesuatu secara sistematis. Anak sudah selesai toilet training. Anak biasanya sudah dapat menerima peraturan yang diberikan orangtua.
Materi:
- Membiasakan anak menyelesaikan tugas harian dengan jadwal yang lebih teratur
- Memahamkan pentingnya waktu
- Melatih anak memahami pola kegiatan harian
- Melatih anak untuk dapat mengikat tali sepatu sendiri

Materi:
Melatih anak untuk dapat bersuci dari instinja sendiri
Melatih anak makan sendiri dan dapat menggunakan sendok dan garpuang telah digunakan ke tempat cuci piring
Melatih anak untuk terbiasa menyimpan alat makan yang telah digunakan
Melatih anak mengenakan jaket tanpa batuan
Melatih anak mengancingkan atau memasang resleting jaket tanpa bantuan
Melatih anak mengenakan sepatu sendiri dengan benar
Metatih anak untuk terbiasa membereskan mainan sesudah bermain tanpa banyak dibantu
Melatih anak untuk terbiasa menyimpan baju kotor ke keranjang cucian
Melibatkan anak dalam pekerjaan rumah tangga sesuai kemampuannya
Melatih anak untuk memelihara barang pribadi miliknya
Melatih anak untuk dapat berada disebuah lingkungan tanpa ditemani orang tua atau pengasuh
Melatih anak untuk dapat bertamu singkat tanpa orang tua

5. Mengajarkan kemampuan kognitif
Pada usia ini anak memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga senang melakukan pengamatan pada benda dan berbagai gejala.  Pada usia ini diharapkan anak sudah mampu memahami semua konsep sederhana seperti besar/kecil, keluar/masuk, naik/turun, buka/tutup, dan telah mengenali benda yang biasa ditemui di rumah. Anak telah mengenali semua fungsi dari benda yang biasa ditemui di rumah. Anak telah memahami 8 warna dasar. Anak biasanya mulai menunjukkan minat untuk belajar membaca.
Materi:
- Meminta anak menyebutkan nama lengkapnya
- Membilang banyak benda satu sampai sepuluh
- Mengenalkan konsep bilangan 1-10
- Mengenalkan lambang bilangan 1-10
- Mengenalkan huruf dan bunyi huruf dengan metode yang ramah dan menyenangkan
- Mengajak anak mengklasifikasikan benda sesuai fungsi, bentuk, ukuran dan warna
- Mengajak anak memilah objek atau gambar yang hampir sama
- Meminta anak mencontoh gambar lingkaran dan kotak
- Meminta anak menyebutkan 2 atau 3 benda berlainan dalam konsep yang sama, misalnya angka, huruf, warna, buah-buahan dll
- Mengajak anak mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang sejenis dengan 2 variasi
- Meminta anak menyebutkan fungsi-fungsi benda
- Bermain pura-pura dengan menggunakan benda sebagai simbolik
- Mengenalkan konsep sederhana dalam gejala alam sehari-hari
- Mengenalkan kedudukan seseorang dalam silsilah keluarga
- Mengenalkan posisi benda dalam ruang dan terhadap benda lain
- Mengenalkan pola dan meminta anak mengulanginya

6. Melatih motorik kasar
Pada usia ini anak dapat berjalan dengan langkah mengayun, mereka bergerak dengan lebih percaya diri dengan lebih terkendali.
Materi:
Memberikan stimulus sehingga anak kita dapat:
- Berlari atau berhenti dengan perintah
- Melompat dua atau tiga kali dengan satu kaki dalam satu garis
- Menangkap bola yang cukup besar
- Naik dan turun tangga dengan menggunakan kedua kaki bergantian
- Jungkir balik
- Memanjat
- Melompati sesuatu
- Menirukan gerakan binatang, pohon tertiup angin, pesawat terbang, dll
- Melakukan gerakan menggantung (bergelayut)
- Melempar sesuatu secara terarah
- Menangkap sesuatu secara tepat
- Menendang sesuatu secara terarah
-Memanfaatkan alat permainan motorik di playground

7. Melatih motorik halus
Materi:
- Meminta anak menyalin bentuk sederhana
- Mengajak anak menjiplak bentuk sederhana mengikuti garis putus-putus
- Membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/kanan, miring kiri/kanan, dan lingkaran
- Mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media
- Mengontrol gerakan tangan yang meggunakan otot halus (menjumput, mengelus, mencolek, mengepal, memelintir, memilin, memeras)

8. Melatih kontrol diri
Pada usia ini  anak seringkali dapat meninggi atau menurun emosinya secara ekstrem. Anak di usia ini sangat ingin menyenangkan teman dan ingin menjadi seperti mereka. Anak juga sering memiliki keinginan dan terkadang masih bersikap berlebihan dalam meminta pemenuhan akan keinginannya.

Materi:
- Melatih anak memeiliki emosi yang wajar dengan melibatkan kisah-kisah teladan baik dari Kisah nabi, Sirah, maupun hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tujuannya tidak hanya mengenalkan apa yang tidak wajar namun sekaligus memotivasi mereka untuk berbuat apa yang seharusnya dilakukan serta meneladani kebaikan.
- Memberi pengertian dalam suasana yang lebih santai dan serius agar hikmah yang diperoleh bisa lebih dalam, hindari menasihati dalam keadaan emosi memuncak serta pada saat anak-anak masih dalam suasana perasaan yang enggan untuk diberi nasihat
- Memberi anak ruang dan waktu sebagai kesempatan untuk menenangkan diri pada saat emosi yang ekstrim sedang berlangsung
- Membangun komunikasi tentang aturan, manfaat dari aturan, serta konsekuensi logis dan natural dari pelanggaan aturan, sehingga pada saat anak-anak menunjukkan emosi yang ekstrim yang disebabkan karena penolakan terhadap aturan, maka kita hanya tinggal mengingatkan kembali aturan yang kita miliki
- Membangun identitas diri anak yang positif melalui kegiatan dialog, bercerita kisah teladan, berdiskusi hikmah kejadian, agar anak-anak semakin tau mana yang benar dan mana yang salah, sehingga ia termotivasi untuk tetap melakukan yang benar meskipun lingkungan melakukan sebaliknya
- Memberi pemahaman bahwa setiap manusia dapat memilih sikap dalam kehidupan, tetapi masing-masing memiliki kkonsekuensinya. Lalu istiqomahlah memotivasi anak-anak untuk senantiasa memilih kebaikan yang benar meskipun teman-temannya memilih yang sebaliknya
- Memberi perhatian dan apresiasi yang cukup atas pilihan mereka yang benar sehingga mereka tidak merasa bermasalah ketika menjadi beda dari orang-orang di sekitarnya
- Melatih anak untuk dapat menahan diri dari keinginan yang harus dipenuhi saat itu juga. Anak harus belajar bahwa dalam kehidupan ada banyak hal yang baru dapat diraih setelah meningkatkan ikhtiar atau setelah menunggu. Juga banyak hal yang tidak dapat diraih meskipun kita sangat menginginkannya. Caranya dengan tidak memenuhi semua keinginan anak seketika itu juga.
- Memberikan pengertian ketika kita meminta mereka untuk menunggu pemenuhan keinginan atau ketika keinginan tersebut tidak dapat kita penuhi. Biasanya suasana akan memburuk ketika keinginan anak tidak terpenuhi, hindari mengubah keputusan untuk menolak atau menunda pemenuhan keinginan karena perubahan sikap anak. Anak akan menjadikan perubahan sikap mereka sebagai senjata di kemudian hari. Tetaplah konsisten dengan keputusan kita. Jika konsistensi kita menimbulkan kemudhorotan yang lebih besar kita dapat menawarkan alternatif penganti, namun jangan pernah menawarkan kembali sesuatu yang sudah kita tolak. Misal "Tidak! kalo beli permen tidak boleh, adek lagi batuk, tapi kalo roti boleh"

9. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri
Materi:
- Mengajarkan anak menghafal alamat rumah dan nama lengkap orang tua
- Melatih anak menggunakan toilet dengan bantuan minimal
- Mengajarkan anak kewaspadaan terhadap bahaya seperti kebakaran, banjir, gempa
- Mengenalkan rambu lalu lintas yang ada di jalan

10. Melatih kemampuan seni`
Pada usia ini anak lebih dapat menikmati kegiatan seni seperti bernyanyi, menari, dan bersandiwara. Anak juga dapat membangun bentuk yang semakin rumit. Anak telah dapat menggunakan imajinasi untuk mencerminkan perasaan dalam sebuah peran. Anak juga mampu membedakan peran fantasi dan kenyataan
Materi:
- Meminta anak menggambar gambar sederhana dan menceritakan makna di balik gambar tersebut
- Menggunakan dialog, perilaku, dan berbagai materi dalam menceritakan suatu cerita
- Mengajak anak melakukan senam atau bergerak mengikuti irama
- Meminta anak menggambar objek di sekitarnya
- meminta anak membentuk plastisin berdasarkan objek yang dilihatnya
- Meminta anak mendeskripsikan sesuatu  dengan ekspresif yang berirama contoh menirukan gerak hewan
- Mendorong anak untuk mengkombinasikan berbagai warna ketika menggambar atau mewarnai

 Referensi Kurikulum:
Al- Quran dan Hadist
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 137 tahun 2014 tentang Stanar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini
Slow and Steady Get Me Ready, June R Oberlander
The Good Housekeeping Book of Child Care: Inicluding Parenting Advice, Health Care & Child Development for Newborns to Preteens; From the Editors of Good Housekeeping; Hearst Book, 2004

Kurikulum Homeschooling (usia 2-6 tahun)

RENCANA PEMBELAJARAN
ANAK HOMESCHOOLING USIA 2-6 TAHUN.
TAHUN AJARAN 2016/2017
Keluarga Yesi Elsandra – Ardhian Agung Yulianto

VISI: BERSAMA SELURUH KELUARGA MENUJU JANNAH NYA

MISI :
1. Mendidik anggota keluarga memahami agama Islam dengan    benar dan komprehensif
  2. Mendidik anggota keluarga memiliki akhlak yang baik
  3. Mendidik anggota keluarga memiliki ibadah yang benar
  4. Mendidik anggota keluarga memiliki kemandirian financial
  5. Mendidik anggota keluarga mencintai ilmu dan gemar belajar

Deskripsi Keluarga yang menjadi impian:

Keluarga adalah sarana beribadah kepada Allah SWT, dimana orang tua diikat dengan tali  pernikahan yang sangat berat dan erat. Keluarga dibentuk untuk melahirkan generasi rabbani, generasi yang meninggikan kalimat Allah SWT, dimana seluruh anggota keluarga memiliki pemahaman keislaman yang benar dan komprehensif, memiliki akhlak yang baik, ibadah yang benar, kemandirian financial dan mencintai ilmu serta gemar belajar. Sehingga anak menjadi investasi bagi orang tua tidak saja di dunia, tetapi juga di akhirat. Istri menjadi penenang hati suami, dan suami melindungi dan menafkahi seluruh anggota keluarga dengan rezeki yang halal. Orang tua bisa dijadikan anak sebagai sahabat maupun guru. Serta anak bagi orang tua adalah qurataayun, penentram jiwa. Untuk itu harmonisasi dalam keluarga menjadi sebuah kemestian, dengan saling menjaga, menginggatkan, melindungi, menyayangi dan mencintai.

KURIKULUM

Kurikulum yang saya buat ini bukanlah kurikulum formal lakaynya kurikulum di sekolah formal. Karena pada dasarnya usia 2-7 tahun adalah dunia bermain bagi anak anak. Jadi kegiatan anak anak hanya bermain, tetapi bermainnya terarah dan memberi manfat. Bermainya dirancang mengintegrasiskan kognitif, afektif dan psikomotrik anak. Kurikulum ini dibuat juga ngak harus tercapai semua target. Tapi lebih kepada panduan kepada kita orang tua agar kita lebih terarah membimbing mereka dalam bermain.

Hal terpenting yang perlu kita perhatikan adalah tidak memaksakan kehendak dan keinginan kita kepada anak. Anak punya dunianya sendiri, dia berhal melakukan apa yang dia suka sepanajng tidak berbahaya untuk dirinya dan orang lain, tidaka melanggar aturan Allah dan tidak melanggar hukum. Tugas kita mengarahkan dan terus mennstimulasi bakat firah yang ada pada dirinya.

I. MENGENAL DIRI SENDIRI DAN KELUARGA
II. MENGENAL CIPTAAN ALLAH
III. ADAB
IV. MOTORIK KASAR
V. MOTORIK HALUS
VI. MINAT DAN BAKAT
VII. DOA DAN HAFALAN AYAT PENDEK

I. MENGENAL DIRI SENDIRI DAN KELUARGA
Tujuan Pembelajaraan:
Diharapkan materi mengenal diri sendiri dan keluarga ini. anak akan mengetahui namanya sendiri, nama ayah bunda dan nama abi, serta nama saudara yang lain. Diharaapkan anak juga mengetahui seluruh anggota tubuh dan fungsinya.

1. Dia mengenal dirinya sendiri dan namanya. Dia mengenal abi, bunda kakak dan adiknya. Termasuk menyebutkan namanya. Bisa buat kertas yang bertuliskan nama nama tersebut kemudia tebak tebakan. Cari nama abi, cari nama bunda dst….
2. Dia mengenal anggota tubuhnya, matanya mana, tangnaya mana, kakinya mana dst. Bisa buatkan nama dan gambar anggota tubuh disebuh kertas kemudian main tebak tebakan.
3. Menyanyi anggota tubuh. Orang tua bisa berimprovisasi sendiri membuat lagu yang lainnya.
4. Membaca buku dengan tema keluarga dan buku tema anggota tubuh. Point I ini akan berhubungan dengan point II yaitu MENGENAL CIPTAAN ALLAH  untuk materi manusia.
5. Mendongeng. Orang tua harus bisa berimprivisasi membuat dongeng sendiri yang tema ceritanya mengenai diri atau keluarga
6. Waktu pembelajaran sangat fleksibel, tergantung kelapangana waktu yang dimiliki orang tua.

II. MENGENAL CIPTAAN ALLAH
Tujuan Pembelajaraan:
Diharapkan materi ini anak akan mengenaal ciptaan Allah. Anak memahami segala yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan Allah. Hanya kepada pencipta kita meminta pertolongan dan perlindungan. Anak dapat menyebutkan berbagai ciptaan Allah seperti tumbuhan, binatang, bulan, matahari, bintang.

1. Kenalkan bahwa Allah Maha mencipta. Sering sering sebutkan bahwa apapun yang ada ciptaan Allah. Misal kita sedang di dapur memasak, kemudia kita bilang, sayur ini ciptaan Allah. Kemudia banyak banyak juga bertanya. Misalnya “Siapa ya sayang yang menciptakan sayur? Kelak anak akan menjawab “Allah”. Kemudian kita bilang, “Pintar” dst….
2. Kenalkan ciptaan Allah pertama sekali dirinya sendiri. “Siapa yang menciptakan dedek?, “siapa yang menciptakan tangan?” KJiak sering sering kita sampaikan, sehingga tertanam dalam pokiran bawaha sadar anak hingga dewasa bahwa apa yang ada di langit ini ciptaan Allah.
3. Sediakan gambar berbagai macam ciptaan Allah. Misalnya Pohon, Gunung dsb. Bisa juga sambil nonton youtube.
4. Mendongeng berkaitan dengana ciptaaan Allah. Misalnya, “Di hutan amazaon, hiduplah seekor singa.” Nanti kita Tanya, di hutan ada ciptaan Allah apa saja, siapa yang menciptakannya..
5. Termasuk mengenalkan buah dan sayur sebagai ciptaan Allah. Jelaskan juga buah dan sayur ini banyak manfaatnya dan sangat baik dikonsumsi. Diharapkan anak menjadi suka buah dan sayur. Cari gambar di internet berkaitan dengna kedua hal ini. Nanti main tebak gambar

III. ADAB
Tujuan Pembelajaraan :
Diharapkan anaak memiliki pengetahuan adab islami. Adab memasuki dan keluar rumah. Adab makan. Adab kepada orang tua, adab kepada teman, adab buang air kecil dan besar.

1. Adab adalah hal yang penting bagi kehidupan setiap manusia. Dari kecil kita ajarkan anak anak adab islami.
2. Misalnya, adab makan tidak boleh berdiri, membaca doa sebelum makan.
3. Adab mengucapkan salam sebelum masuk dan keluar rumah
4. Mengucapkan terimakasih jika sudah dibantu
5. Dan mengucapkan tolong jika ingin dibantu, serta menyebutkan identitasnya. Misalnya, “Abi tolong…(bukan teriak tolong, tolong. Tapi mau minta tolong sama siapa)
6. Adab kepada orang tua. Tidak boleh meninggikan suara kepada orang tua, apalagi memukulnya.
7. Tidak membuang sampah sembarangan
8. Dan masih banyak lagi adab yang perlu diketahui oleh anak termasuk kita sendiri.

IV. MOTORIK KASAR
Tujuan Pembelajaraan :
Diharapkan dengan melakukan kegiatan motorik kasar anak dapat menyeimbangkan tubuhnya, melenturkan otot ototnya, membuatnya sehat jasmani, menjaga koordinasi seluruh anggota tubuh.

1. Bermain sepeda
2. Bermain bola
3. Berlari
4. Senam
5. Main tak umpet dst

V. MOTORIK HALUS
Tujuan Pembelajaraan :
Diharapkan kegiatan motorik halus ini anak dapat mengerakkan kedua tangan, mengoordinasi kecepatan tangan dan mata, melatih ketelitian, melatih emosi dan kesabaran.

1. Meronce
2. Mengambar
3. Menulis
4. Kolase
5. Origami
6. Menempel
7. Mengunting
8. Mengenggam kerikil dan pasir (aajak ke pantai untuk bermain pasir)
9. Saat mengenalkan motorik halus ini, kita bisa mengenalkan angka dan huruf. Misalnya mengunting huruf dan angka.
10. Sediakan berbagai worksheet. (Insya Allah nanti saya bagikan berbagaia contoh worksheet yang dapat dikerjakan anak)
11. Bermain dough (Bisa buat sendiri dari tepung terigu, insya Allah ananti saya buatkan cara membuatnya)

VI. MINAT DAN BAKAT
Tujuan Pembelajaraan :
Diharapkan anak mengetahui minat dan bakatnya. Gali terus potensi unggul bakat anak anak kita dengana memfasilitasi mereka kea rah tersebut.

1. Ajak masak
2. Berkebun
3. Mengenalkan berbagai macam profesi
4. Berkunjung ke rumah teman dengna berbagai profesi
5. Cari gambar di internet atau nonto berbagai macam prrofesi. Perhatikana baik baiak, anak kita interestnya pada profesi yang mana.
6. bagi yang tinggala di jakarta, bissa ajak anak ke kidzzania.

VII. DOA DAN HAFALAN SURAT PENDEK
Tujuan Pembelajaraan :
Diharapkan anak anak kita dapat melafaskan doa doa pendek. Misalnya doa mau tidur, mau makan dsb. Begitu juga dengan hafalan surat pendek. Seperti surat An nas dsb….

1. Banyak buku tentang doa doa pendekyang bisa dipelajari
2. Beli kaset or cd. Anak anak biasnaya lebih suka visual dan audioa
3. Nonton youtube
4. dsb

Demikian kurikulum sederhana yang dapat kita jadikan panduan. Sekali lagi kurikulum ini sangat fleksibel, dan gunakan kurikulum ini mengacu pada kesiapan psikologi anaka untuk bermain dan belajar. Semoga bermanfaat. Kurikulum ini masih jauh dari sempurna. Silahkan tinggaalkan pesan jika ada kritik dan saran yang ingin disampiakan.

Salam hangat
Dr. Yesi Elsandra

Sabtu, 12 November 2016

Kurikulum Sekolah Kehidupan (usia 2-3 thn)

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini
Disusun oleh: Kiki Barkiah



Bagian 4
Hal yang penting dipelajari di usia 2-3

1. Memberikan pendidikan agama dan moral
Pada usia ini biasnya anak mulai lebih tertarik pada kegiatan beragama dengan menirukannya.  Anak juga suka meniru perilaku orang tua dan saudaranya.
materi:
- Membiasakan anak berada dalam suasana kegiatan beribadah
- Memberikan kesan positif bagi anak tentang kegiatan beribadah
- Melatih anak untuk bersikap baik terhadap orang yang sedang beribadah
- Mulai mengajarkan tauhid rububiyah (Allah sebagai pencipta) yaitu dengan sering menyebutkan asma Allah saat memperkenalkan ciptaan Allah
- Mempraktekan kata-kata ajaib yaitu terimakasih, maaf, tolong, permisi.
- Mencontohkan potongan kata dari doa-doa singkat, biasanya anak akan mengikuti akhiran kemudian semakin lama semakin hafal
- Memberikan keteladanan dalam bersikap
- Memperdengarkan surat pendek secara berulang
- Membangun sikap bersedia berbagi, menunggu giliran, menolong orang lain dan bekerja sama
- Mempraktekan kalimat-kalimat singkat yang bekaitan dengan ibadah seperti basmallah, hamdallah, dan salam

2. Melatih perkembangan sosial dan emosi
Materi:
- Melatih anak untuk menghargai hak orang lain seperti mengantri dan bergiliran
- Melatih anak untuk dapat berbagi, bekerja sama dan menolong orang lain
- Melatih anak untuk bermain secara kooperatif dalam kelompok
- Melatih kepedulian dalam berinteraksi dengan orang lain seperti bersalaman, menjawab salam atau pertanyaan
- Melatih anak untuk mengikuti aturan dalam permainan
- Melatih anak untuk dapat mengungkapkan perasaannya

3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi
Pada usia ini  anak dapat bercakap-cakap dengan cukup baik untuk dimengerti orang tua, anak memiliki sebutan untuk hampir semua benda sehari-hari, dapat menggunakan dua kata atau lebih ketika berbicara, anak apat berpartisipasi dalam permainan sederhana, anak mulai senang mendengarkan cerita bergambar, serta mulai mengajukan pertanyaan dengan menggunakan kalimat tanya,
Materi:
- Melatih anak agar menggunakan kalimat sederhana untuk menyatakan keinginannya (dapat meminimalisir tantrum)
- Memperkaya perbendaharaan kalimat anak melaui percakapan, permainan dan buku
- Memberikan cerita sederhana lewat buku dan alat peraga
- Melatih anak menyebutkan nama lengkapnya
- Sering memberikan pertanyaan untuk dijawab dengan kalimat sederhana
- Melibatkan anak dalam permainan berpura-pura dengan peran yang lebih bervariasi
- Melibatkan anak alam permainan engan memberi instruksi sederhana
- Membangun interaksi yang mengandung canda tawa
- memperagakan suara dan tingkah laku
- Memberikan berbagai perintah sederhana
- Mengembangkan kalimat saat menjawab pertanyaan sederhana mereka
- Mendorong anak untuk membagikan pengalamannya pada orang lain

4. Melatih kemandirian, tanggung jawab dan pemecahan masalah
Pada usia ini  anak akan meniru cara pemecahan orang dewasa atau teman
Materi:
- Mencoba memakai dan mencopot baju sendiri
- Toilet training (anak apat mengungkapkan ketika ingin buang air kecil atau besar)
- Melibatkan anak dalam membereskan mainan
- Mendorong anak untuk terlibat menjaga kebersihan (misal membuang sampah, mengelap yang tumpah)

5. Mengajarkan konsep sederhana dan kemampuan kognitif
Pada usia ini anak sudah mulai berkonsentrasi melakukan sesuatu tanpa banyak dibantu orang tua, anak mulai memberikan nama atas karya yang dibuatnya, anak mengetahui berbagai cara pengggunaan benda karena meniru perilaku orang di sekitarnya, anak juga lebih dapat terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi seperti memasangkan atau mencocokan gambar, anak menunjukkan kesadaran atas perbedaan kepemilikan
Materi:
- Memperkaya perbendaharaan konsep kebalikan seperti panas/dingin, buka/tutup, atas/bawah
- Meminta anak menunjuk gambar suatu benda yang umum
- Memperkenalkan beragam warna
- Melatih untuk memilah barang atau memasangkan
- Mengajarkan konsep meminta ijin
- merangkai puzzle sederhana
- Meminta anak menyebutkan bagian-bagian tubuh yang umum
- Mengeksplorasi sebab akibat
- Meminta anak menyebutkan bagian-bagian gambar
- Mengenalkan bentuk
- Mengenalkan pola
- Memperkenalkan angka dengan menyebutkan urutannya dan menghitung  jumlah benda
- Mengenalkan konsep ukuran panjang/pendek, tinggi/pendek
- Mengenalkan jenis kelamin
- Mengenalkan umurnya
-Mengamati dan membedakan benda di sekitarnya

6. Melatih koordinasi gerak tubuh
Memberikan stimulus pada anak agar dapat:
- Menumpuk benda lebih tinggi (6 benda atau lebih)
- Menuruni anak tangga satu demi satu dengan kaki yang sama secara perlahan
- menari mengikuti irama
- dapat melipat kertas bila dicontohkan terlebih dahulu

7. Melatih motorik kasar
Memberikan stimulus pada anak agar dapat:
- Berlari dengan baik
- Memanjat
- Membuka dan menutup pintu secara lebih hati-hati
- Melompat dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah
- Melompat ke depan dan ke belakang dengan dua kaki
- Melempar dan menagkap bola
- Mampu berdiri seimbang di atas satu kaki untuk beberapa detik
- Dapat menendang bola
- Berjalan sambil berjinjit
- Naik-turun tangga atau tempat yang lebih tinggi/rendah dengan berpegangan

8. Melatih motorik halus
Materi:
- Memberikan alat tulis untuk membuat tulisan cakar ayam
- Meremas kertas atau kain dengan menggerakkan lima jari
- Melipat kain/kertas meskipun belum rapi/lurus
- Menggunting kertas tanpa pola engan gunting khusus balita
 - Melatih Koordinasi jari tangan cukup untuk memegang benda pipih seperti sikat gigi, sendok

9. Melatih kontrol diri
Pada usia ini anak mudah kecewa oleh perubahan besar dalam rutinitas sehari-hari. Anak senang bereksplorasi namun cenderung impulsif. Mereka membutuhkan batasan yang jelas untuk menghindari cedera. Anak mulai menunjukan kesukaan tertentu terhadap orang atau bena sehingga sering muncul konflik seperti rebutan mainan dengan sadara. Anak juga mulai dapat memanipulasi sikap dan memunculkan perilaku negatif untuk mencari perhatian.
Materi:
- Melatih anak untuk mengungkapkan keinginan dengan cara yang baik, jangan layani keinginannya sebelum ia menenangkan diri dan berlatih meminta dengan cara yang baik
- Memberi pengertian dengan komunikasi secara singkat, padat dan jelas jika keinginannya sedang tidak mungkin dipenuhi, lalu tawarkan solusi lain atau alihkan dengan aktifitas lain
- Sigap terhadap sikap-sikap nonverbal yang muncul karena keterbatasanya mengungkap keinginan secara verbal, lalu latih ia mengungkapkan keinginannya secara verbal
- Membantu anak mengenal perasaannya, lalu akui perasaannya saat ia sedih, kecewa atau marah, lalu latih ia untuk bersikap bijak dalam mengelola perasaannya
- Mengkondisikan lingkungan agar tidak terlalu banyak perubahan besar dengan membuat rutinitas yang teratur atau persiapkan dengan matang saat akan mengalami perubahan rutinitas
- Menangkap sebanyak-banyaknya perilaku baik dan menyenangkan lalu apresiasilah dengan ungkapan kasih sayang, agar kedepannya ia tumbuh menjadi anak yang lebih memilih mencari perhatian positif daripada negatif
- Memberi dan menyampaikan batasan dalam bereksplorasi atau mengalihkan anak pada kegiatan lain yang lebih wajar ketika belum dapat memahami batasan perilaku

10. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri

Materi:
a. Menciptakan lingkungan rumah yang aman dan nyaman agar tidak terlalu banyak meralang anak bereksplorasi, seperti:
     - Sediakan pagar menuju tangga
     - Pasang pengganjal pintu anti terjepit
     - Pasang cilhd lock dalam kulkas, laci dan lemari
     - Jauhkan barang berbahaya dari jangkauan
     - Pasang terminal listrik diluar jangkauan anak
     - Pasang pagar pengaman di luar atau sediakan pintu bertralis
     - Jauhkan dispenser air panas atau gunakan dispenser dengan child lock.
b. Melatih anak untuk dapat mencuci, membilas, dan mengelap ketika cuci tangan tanpa bantuan
c. melatih anak agar dapat memberitahu orang dewasa bila sakit
d. Melatih anak membiasakan diri mencuci atau mengganti alat makan bila jatuh
e. Memberikan pengertian secara singkat, padat dan jelas mengenai batsan perilaku demi kemanan diri kemudian segera mengalihkannya pada kegiatan lain yang lebih aman dan wajar
f. Melatih anak untuk rutin menggosok gigi

11. Melatih kemampuan seni

Materi:
- Memfasilitasi anak untuk membuat gambar lalu mengapresiasi hasilnya
- Mengajarkan konsep kebaikan dan kebiasaan baik melalui lagu dan memintanya bernyanyi bersama
- Melatih anak mengikuti gerakan tubuh sederhana
- melatih anak betepuk tangan  atau menghentakan kaki  mengikuti irama
- Bermain pura-pura dengan menirukan perilaku binatang
- Bermain pura-pura dengan menirukan aktivitas tertentu
- Mengapresiasi tumpukan balok yang disusun anak sebagai sebuah karya seni tertentu, lalu membahasnya untuk melatih perkembangan bahasa
- Membuat karya seni dengan finger paint
- Membuat karya sederhana dengan play dough

Referensi Kurikulum:
Al- Quran dan Hadist
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 137 tahun 2014 tentang Stanar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini
Slow and Steady Get Me Ready, June R Oberlander
The Good Housekeeping Book of Child Care: Inicluding Parenting Advice, Health Care & Child Development for Newborns to Preteens; From the Editors of Good Housekeeping; Hearst Book, 2004